Lele SangkuriangProgram  budidaya  lele  sangkuriang  merupakan  program  budidaya  yang diselenggarakan  oleh  Baitulmaal  Muamalat  didampingi  oleh  Best-CD tepatnya di desa Lebakwangi Kec. Arjasari Kab. Bandung. Tujuan program ini adalah mengembangkan potensi lokal wilayah Arjasari dan meningkatkan  taraf  hidup masyarakat  khususnya yang berada di wilayah Arjasari.

“Program ini sudah dimulai dari bulan Oktober 2013. Terselenggara atas kerjasama Best CD dan Baitulmaal Muamalat (BMM). Dengan harapan program ini dapat memberikan stimulasi kepada masyarakat setempat, khususnya mengenai budidaya lele sangkuriang. Selain itu, program ini merupakan langkah awal dari program pemberdayaan di wilayah Arjasari. Kedepannya, setelah program ini berjalan akan diupayakan pemberian pelatihan olahan Lele. Sehingga lele hasil produksi masyarakat data memiliki nilai yang lebih tinggi.” papar Tyo, selaku Manager Program Best CD.

Program  berawal  dengan  pencarian  lahan  yang  akan  dijadikan  lokasi budidaya lele untuk pembangunan sebanyak 10 (sepuluh) kolam terpal untuk budidaya  lele. Akhirnya, tim BEST-CD memilih  lahan yang berlokasi di kampung Cibeureum Desa Lebakwangi. Koordinator Pemberdayaan Best CD, Abdul Razak, menerangkan proses pembuatan kolam Budidaya Lele. “Setelah  lahan  siap,  selanjutnya kami yang terdiri dari peserta program, pendamping dan tim Best CD melaksanakan pembuatan kolam. Rangka kolam memiliki ukuran 2 x 5 m, yang terbuat dari bambu. Sebelum dipasang terpal,  rangka  bambu  harus didiamkan  terlebih dahulu agar  kotoran  yang dapat meracuni kolam dapat dibersihkan.” ujar Abdul Razak.

“Setelah  kolam  dipasangi  terpal,  kolam  tidak  langsung  diisi  air,  namun dibiarkan  terlebih  dahulu  untuk  membersihkan  racun  dari  terpal  agar nantinya tidak meracuni bibit lele yang dimasukkan ke dalam kolam. Setelah dibiarkan  beberapa  hari,  kolam  diisi  air untuk  kebutuhan  bibit  lele. Untuk  awalan  kebutuhan  bibit  lele,  kolam  diisi  air  setinggi  sekitar  50  cm sesuai dengan kebutuhan bibit lele yang akan dimasukkan.”

Tetep Tarsiman, selaku pendamping program mengaku bahwa untuk mensukseskan program ini tidaklah mudah. “Banyak kendala yang harus dihadapi, diantaranya kondisi air yang kurang banyak, cuaca saat ini yang tidak menentu berpotensi mengganggu tumbuh-kembangnya lele, sulitnya berkoordinasi dengan peserta program dalam hal menjaga kondisi kolam, dan sebagainya.”***