Digital StillCameraCIKELET, (GE).- Kepedulian PT. Perusahaan Pengelola Aset (PPA) dan Best Community Development (CD) terhadap korban bencana banjir bandang Garut selatan yang teijadi Jumat, 6 Mei lalu terbilang luar biasa. Mengapa tidak, selain mampu meringankan penderitaan bagi para korban, sekaligus mem­berikan inspirasi dalam optimal­isasi pengelolaan dan penanganan bantuan bagi para korban secara tertib efektif dan efisien.

Setelah memberikan bantuan be­rupa 490 pasang sepatu baru, tas sekolah dan paket ATK kepada 490 siswa yang tersebar di enam keca­matan. yakni kecamatan Cikelet, Mekarmukti, Pakenjeng, Pameu- ngpeuk, Cisompet, dan Cibalong melalui Posko Bencana Alam Dinas Pendidikan Kabupaten Garut yang bermarkas di SMPN 1 Cikelet, be­berapa waktu lalu itu, kini pihak­nya meluncurkan paket “Peng­hijauan Garut Selatan Program Bina Lingkungan PT. Perusahaan Pengelola Aset yang dilaksanakan oleh Best Community Develop­ment (CD).

Program ini pada tahap pertama dilaksanakan di desa binaan, yakni Desa Cikelet Kecamatan Cikelet. Dalam prakteknya, kata Direktur Best CD, Ir. Andri Safari, S.IP, di­dampingi PIC Program Lingkung­an Hidup (LH), Dodi Setiadi, SS dan Manager Operasional, Idang Wawan, SH, pihaknya mem­berikan bantuan 1.112 bibit pohon mangga jenis gedong, harumanis, cengkir dan lali jiwo. Dengan rin­cian, 980 bibit pohon diberikan kepada 490 Kepala Keluarga (KK).

Masing-masing KK menanam 2 bibit pohon mangga kualitas prima yang sengaja dikirim dari Maja­lengka. “Sebagai pemacu pemeli­haraan, kita akan menilai perkem­bangan dan pertumbuhannya sela­ma tiga bulan,” ungkapnya. Seba­gai apresiasi kepada para peserta yang berprestasi, sambung Andri, pihaknya menyediakan hadiah-hadiah menarik. Untuk itu pula, sebagai pelaksana di lapangan, Best CD merekrut tujuh orang te­naga pendamping.

Sedangkan sisanya, jelas Andri, 100 bibit pohon dialokasikan un­tuk lingkungan sekolah, 20 pohon untuk ditanam di lingkungan desa dan 12 pohon lagi diproyeksikan untuk ditanam di lingkungan De­wan Kesejahteraan Mesjid (DKM). Dikatakannya pula, paket ini di­luncurkan sejalan dengan program satu milyar pohon. “Kita menilai pohon mangga berfungsi ganda, selain dapat menghijaukan lahan, sekaligus bernilai ekonomis ting­gi,” tutur Andri.

Menjaw’ab keinginan warga Ci­kelet yang sangat membutuhkan penahan arus air atau boronjong untuk menutupi “lobang banjir” dari Sungai Cipasarangan sepan­jang 600 meter. Dimana saat ben­cana melanda, dari titik tersebut air bah menyeruak  menenggelam­kan Cikelet kota, pihak Best CD mengaku optimis, kerjasama yang dibangun dengan PPA membuah­kan sinyal menggembirakan. “Kita sukseskan dulu program penghi­jauan tahap satu ini, mudah-mu- dahan sebelum penghijauan tahap dua berlangsung, boronjong sudah terpasang,” tuturnya.

Warga Cikelet menaruh harapan besar, PPA dan Best CD mampu mewujudkan harapan masyarakat. Dikatakan warga Cikelet, H. Mulya Suganda, warga kini semakin was­was, sebab dari Tarikolot sampai Blok E sepanjang 600 meter sudah tidak ada lagi penahan air akibat tersapu banjir. “Malahan minggu lalu, saat debit air Cipasarangan naik, sudah banyak warga Cikelet yang mengungsi ke dataran tinggi,” ujarnya. (Ridwan)***

Sumber: Garut Express, Desember 2011