Budidaya LelePada hari Jumat (13/12/2013), Best Community Development (Best CD) mengadakan penyuluhan pakan untuk pembesaran lele yang bertempat di Kp. Cibeureum RT 02/ 08 Lebakwangi Arjasari. Dalam penyuluhan ini, masyarakat setempat yang mengikuti penyuluhan dipandu oleh Bpk Legiman Muadz sebagai pemateri. Menurut pemateri, keberhasilan proses pembesaran lele ditentukan oleh pemahaman peserta program tentang tata guna pakan dan tata guna air. “Peserta harus faham tentang tata guna pakan, bagaimana dan kapan memberi pakan, penebaran dan frekuensi pemberian pakan. Jika pemberian pakan tidak dilakukan dengan benar, justru akan membunuh lele. Begitupun dengan tata guna air, peserta harus tahu apa, bagaimana dan kapan penggantian dan tahap-tahap penambahan air kolam.”

Penyampaian materi yang diikuti 8 peserta program, para pendamping dan tim Best CD ini, dilanjutkan dengan praktek pemberian pakan di 10 kolam lele yang dibangun dari realisasi program Budidaya Lele kerjasama Best CD dan Baitulmaal Muamalat (BMM). Dalam kesempatan itu juga, peserta program membentuk kelompok usaha bersama budidaya lele. “KBL (Kelompok Budidaya Lele) ini dibentuk sebagai cikal bakal pengembang budidaya lele, menjadi pelopor pengembangan usaha budidaya lele di daerah ini. Dengan adanya KUBE BULE (Kelompok Usaha Bersama Budidaya Lele) ini, diharapkan para peserta program dapat saling berkoordinasi baik dari internal mereka maupun dengan Best CD terkait dengan perkembangan lele.” papar Tyo dari Best CD.

Sebagai pemateri, Legiman Muadz sangat gembira dengan penyuluhan ini. “Ternyata peserta yang mengikuti penyuluhan ini banyak kaum muda. Saya senang, banyak generasi penerus, ” ungkapnya. Iapun berharap, dengan adanya SDM dan 10 kolam yang tersedia, ke depannya daerah ini menjadi pemasok lele di Kab./ Kota Bandung, ya daerah ini menjadi kampung lele. Nah, dengan adanya kelompok usaha, mudah-mudahan budidaya ini berhasil.”

Kegembiraan pun dirasakan pendamping dan peserta program. “Saya berharap, mudah-mudahan budidaya lele ini terus berkembang. Karena budidaya lele ini bisa menambah penghasilan masyarakat. Kalau bisa, kolam ditambah, untuk memilah-milah lele yang berukuran besar dan lele yang berukuran kecil.” Ujar Tetep Tarsiman, selaku pendamping program.

Ferry Kurniawan, anak lulusan baru SMA yang mengikuti penyuluhan ini tak kalah antusias. ” Saya siap mengelola lele. Program ini sangat bermanfaat bagi masyarakat dan kemajuan kampung kami.” ungkapnya. Tak kalah dengan kaum muda, Pak Mimid, sebagai ketua kelompok terpilih, terlihat semangat. “Harus semangat. Dengan kerjasama, semua akan berjalan baik. Saya namakan kelompok usaha bersama ini Usaha Riksa Langlang Sawargi. Mudah-mudahan cita-cita ini terwujud.” ungkapnya. ***