pelatihan pengolahan manggaGARUT – Best CD bekerjasama dengan PT. Perusahaan Pengelola Aset (PPA) melaksanakan program pelatihan kewirausahaan masyarakat pengolahan mangga. Pelatihan yang berlangsung mulai hari Senin sampai Rabu (1 – 3/7) tersebut bertempat Kp. Cikelet Ds. Cikelet Kec. Cikelet Kabupaten Garut dan diikuti 30 peserta warga Cikelet. Pelatihan selama tiga hari ini diisi oleh ahli pangan M. Ali Basar.

“Program Pelatihan Pengolahan Mangga ini merupakan lanjutan Program Bina Lingkungan yang dilakukan oleh PT. Perusahaan Pengelola Aset (PPA) bekerjasama dengan Best CD di wilayah Cikelet. Adapun Program Bina Lingkungan sebelumnya adalah penanaman pohon mangga yang telah berjalan dengan sukses.” papar Abdul Razak dari Best CD.

Iapun  menjelaskan bahwa setelah berpartisipasi dalam kegiatan menanam pohon mangga, masyarakat dihadapkan pada permasalahan mengenai rendahnya harga jual buah mangga di pasaran. Padahal selama ini buah mangga menjadi salah satu andalan masyarakat Cikelet untuk memperoleh pendapatan guna memenuhi kebutuhan sehari-hari. Oleh karena itu, ia berharap program pelatihan pengolahan mangga ini dapat menjadi salah satu alternatif solusi bagi masyarakat agar dapat meningkatkan nilai jual buah mangga sekaligus meningkatkan pendapatan mereka.

“Dalam pelatihan ini, PT. PPA dan Best CD juga menyerahkan peralatan vacuum frying, plastic sealer dan spinner untuk digunakan oleh masyarakat untuk memproduksi makanan. Dengan pemberian mesin produksi ini, diharapkan masyarakat Cikelet bisa termotivasi untuk membuat produk unggulan daerah sendiri.” ungkapnya.

Pada hari pertama, setelah sambutan-sambutan dari Kepala Desa Cikelet, Andri Safari (Direktur Best CD) dan Bapak Chandra, perwakilan dari PT. PPA, acara dilanjutkan dengan pemberian materi tentang pembuatan puding mangga dan selai mangga. “Secara keseluruhan acara pelatihan berlangsung dengan lancar dan menarik karena pemateri lebih banyak mengajak peserta untuk mempraktekan langsung cara membuat puding dan selai mangga. Selain itu peserta mengikuti acara pelatihan dengan sangat antusias, terbukti dari interaksi antara peserta dan pemateri sangat baik, sehingga pelatihan tidak berjalan dengan monoton.” ungkap Hilmi Risyanto, salah satu panitia pelatihan.

“Pada hari kedua materi yang direncanakan untuk disajikan adalah tentang pembuatan sari, dodol dan keripik mangga. Namun, karena alat untuk membuat keripik (vacuum frying) belum tiba di lokasi, maka sesi materi pembuatan keripik mangga diganti dengan materi pengemasan (packing) dengan menggunakan mesin plastic sealer.

Pada hari ketiga, setelah penyampaian motivasi usaha oleh Ujang Sudarman, mesin vacuum frying tiba di lokasi sehingga memungkinkan pemateri untuk memberikan materi tentang pembuatan keripik mangga. Pada sesi pembuatan keripik mangga ini para peserta sangat antusias memperhatikan cara-cara pembuatan keripik mangga, bahkan ketika instruktur menjelaskan cara kerja mesin vacuum frying para peserta berebut ingin melihat tahapan-tahapan membuat keripik mangga.” terangnya.

Dengan pelatihan yang dilakukan oleh Best CD selama tiga hari itu memang sangat kurang sekali, masyarakat masih banyak yang kurang puas termasuk para pengisi materi yang kesemuanya adalah praktisi di bidang pangan, namun hal ini sebagai pembuka atau awalan bagi mereka untuk dapat menerapkannya secara bertahap, sehingga di masa yang akan datang Cikelet menjadi “Kampung Mangga”, daerah yang terkenal dengan hasil olahan mangga nya yang khas. []