pelatihan olahan ubiKAB. BANDUNG – Desa Mekarjaya, Kecamatan Arjasari, adalah salah satu wilayah penghasil ubi jalar unggulan di Kabupaten Bandung. Ubi yang menjadi ciri khas dan unggulan Desa Mekarjaya adalah ubi rancing, yang notabene mempunyai kualitas yang hampir sama dengan ubi Cilembu. Potensi khas tersebut menjadi pertimbangan Best CD memilih Desa Mekarjaya menjadi lokasi program pelatihan kewirausahaan masyarakat untuk “Pelatihan Olahan Ubi Jalar”, pada hari Kamis (4/6/2015) yang bertempat di Aula Desa Mekarjaya dan diikuti lebih dari 30 peserta.

Program pemberdayaan dan pelatihan ini diselenggarakan atas kerjasama Best CD, mitra PT Perusahaan Pengelola Aset (PT PPA) dan masyarakat Desa Mekarjaya. Dalam pelatihan tersebut, ada juga penyerahan bantuan paket peralatan olahan ubi untuk peserta program dari PT. PPA, diantaranya kompor gas, oven listrik, blender, mixer, pencetak donat dan peralatan lainnya. Untuk pelatihan praktek olahan dasar, pemateri memokuskan pada olahan dari bahan ubi ungu.

“Pelatihan kali ini, peserta diajak praktik membuat donat dan brownies dari bahan ubi ungu. Nanti peserta bisa inovasi sendiri, atau kedepannya bisa ada pelatihan lain dari bahan-bahan ubi, misalnya keripik, gorengan, kolak, getuk, kremes, bolu, bola-bola ubi,” ucap Muhamad Ali Bashar, ahli pangan dan trainer pelatihan.

Muhamad Ali Bashar mengungkapkan bahwa ubi baik dikonsumsi sebab di dalamnya banyak mengandung vitamin dan karbohidrat. “Ubi ungu, misalnya, mempunyai zat pewarna yang alami, serat yang dimiliki pun sangat baik buat pencernaan, memiliki antosianin yang berfungsi tidak hanya sebagai anti oksidan tetapi juga anti bakteri, anti kanker, bisa melindungi kerusakan hati, dan banyak manfaat lainnya. Dari banyak manfaat tersebut, produk makanan hasil olahan dasar ubi sangat menarik, apalagi diolah dengan ragam inovasi, mulai varian rasa, toping dan sebagainya,” paparnya.

Direktur Best CD, Andri Safari, dalam sambutannya memaparkan bahwa tujuan program ini ingin mengoptimalkan potensi lokal daerah berupa olahan ubi jalar sehingga memberi manfaat lebih maksimal bagi perekonomian masyarakat setempat dan memberikan peluang usaha kepada masyarakat di desa binaan.

Program pemberdayaan ini, jelas Andri Safari, merupakan sebuah upaya konkrit menjawab permasalahan masyarakat yang secara tidak langsung membantu peran pemerintah dibidang sosial ekonomi dan terbentuknya kelompok usaha olahan ubi jalar binaan PT. PPA. ”Namun, yang tak kalah penting, kemajuan perkembangan ekonomi peserta bukan tergantung tim Best CD dan mitra, tapi tergantung pada semangat dan kemauan peserta program, sehingga program pemberdayaan ini bisa terus berlanjut dan berkembang,” tegasnya.

Senada dengan Andri Safari, Manajer Operasional Best CD, Tyo Setiawan, berharap bahwa program pemberdayaan ekonomi di desa Mekarjaya bisa lebih berkembang “Kami berharap Best CD dan mitra, dalam hal ini PT. PPA, ke depannya bisa mengadakan pelatihan olahan ubi jenis lainnya selain donat dan brownies ubi, dan berkenan mengadakan pembinaan lebih lanjut kepada Kelompok Usaha (KUBE) Rancing Mekarjaya dengan beberapa program lainnya seperti pelatihan manajemen produksi, pengelolaan keuangan kelompok dan sebagainya.”

Kepala Desa Mekarjaya, Arifin, mengungkapkan harapannya seusai pelatihan tersebut. “Melihat hasil ini kami optimis, dengan program pemberdayaan, produk lokal bisa terangkat dan sekaligus menjadi solusi kemajuan ekonomi masyarakat. Harapan kami, program pemberdayaan di desa kami bukan kali ini, bisa berkelanjutan. Kerjasama pemberdayaan bisa berkembang dalam hal inovasi, permodalan, pemasaran dan lain-lain. Ke depan, selain di bidang pertanian, berharap program bisa melirik pemberdayaan di bidang peternakan dan perkebunan di desa kami. Mewakili warga, saya ucapkan terima kasih atas bantuan peralatan dan kerjasama Best CD dan PT. PPA dengan masyarakat untuk pelatihan dan program pemberdayaan masyarakat di Desa Mekarjaya. Jazakumullah khairan katsiran…” *** [btm]