p2km holisBANDUNG – Best CD melaksanakan Program P2KM menjahit yang berlokasi di Holis, Bandung. Program tersebut  telah terlaksana selama 3 bulan penuh (Juli-September 2009). Dalam kurun waktu tersebut telah diberikan materi keterampilan menjahit pakaian,d ari mulai belajar mengukur sampai membuat pola hingga menjahitnya sampai jadi.

“Dalam waktu tersebut peserta telah mampu mengaplikasikan metode ukur dan menjahit secara mendasar, maka dengan keterampilan tersebut peserta diharapkan mampu mengaplikasikan keterampilan untuk menunjang tarap ekonominya. Sedangkan sisa waktu yang ditargetkan selama 12 minggu, dalam hal ini teknik pembuatan dompet dan tas, sekaligus materi motifasi dalam hal berwirausaha di bidang keterampilan menjahit.” Ungkap Idang Wawan, koordinantor pemberdayaan Best CD.

Ia memaparkan, diawal pelaksanaan P2KM Holis, ada kendala teknis dari peserta dan lokasi pelatihan, hal ini terjadi karena jauhnya jarak antara rumah para peserta dan tempat pelatihan dimana para peserta mesti mengeluarkan ongkos angkutan kota serta lamanya jarak tempuh yang disebabkan karena lambatnya angkutan ke tempat lokasi pelatihan. Oleh karena itu diambil keputusan pemindahan lokasi pelatihan ke daerah tempat yang lebih dekat dengan rumah peserta P2KM.

“Jumlah peserta yang mengikuti pelatihan P2KM Holis yang mendaftar mencapai 15 orang peserta, dengan kualifikasi peserta terdiri dari pemuda pemudi, bapak-bapak, dan ibu-ibu rumah tangga,” imbuhnya.

Menurutnya, beberapa alasan mengapa pelatihan difokuskan pada menjahit, hal ini disandarkan pada kenyataan kebutuhan dunia usaha dan kerja masih terbuka untuk sektor konveksi dan garmen.  Dengan melihat hal itu maka pelatihan ini sangat dibutuhan oleh masyarakat terutama dari kalangan bawah, dimana mereka nantinya dapat mandiri untuk membuka peluang usaha dan kerja dengan berbekal skill kemampuan dalam bidang menjahit, maka dengan sendirinya mereka bisa merubah tingkat ekonomi mereka.

Idang mengungkapkan bahwa dari awal kegiatan ini digulirkan, banyak peminat yang ingin ikut serta dalam pelatihan ini, akan tetapi karena keterbatasan sarana prasarana maka jumlah peserta pelatihan dibatasi,  hal itu dilakukan untuk memudahkan efektifitas kegiatan belajar.

“Untuk bulan Juli, materi difokuskan bagaimana membuat pola dasar pakaian dan kemeja. teknik mengukur, teknik membuat pola, teknik aplikasi ukur ke pola, teknik memotong pola. Para peserta memahami teknik mengukur, teknik membuat pola, teknik aplikasi ukur ke pola, dan memahami teknik memotong. Tak hanya itu, peserta belajar tata cara penerapan ukuran Pola jadi pada kain yang akan dibuatkan. Diharapkan para peserta dapat mengerjakan pola dasar ukur kepada kain yang akan dijadikan pakaian.”

“Untuk itu dalam setiap minggu dibuat suatu penilaian berkala dari setiap pertemuan dengan mengacu pada tingkat partisipasi dalam setiap pertemuan.  Adapun penilaian lain dilihat langsung oleh instrukur dari tiap-tiap teknik yang telah diberikan.”

“Untuk Agustus September, setiap pertemuan difokuskan pada materi pembuatan celana dan baju.  Dalam hal ini lebih ditekankan pada pemahaman dan keterampilan peserta. “ tandasnya.***