BatulawangCIANJUR – Tim Best CD mengunjungi Taman Kanak-kanak (TK) PPA Batulawang, di Kampung Lembur Warung Desa Batulawang, Kecamatan Cipanas Kabupaten Cianjur (27/01/2013). TK gratis ini berdiri sejak tahun 2011, dibangun oleh PT. Perusahaan Pengelola Aset (PPA) sebagai mitra Best CD. Sampai saat ini, TK Batulawang sudah meluluskan sebanyak 2 (dua) angkatan dengan jumlah lulusan sebanyak lebih dari 60 orang siswa/i.

Abdul Razak, koordinantor pemberdayaan Best CD, memaparkan bahwa kampung Batulawang menjadi pilihan untuk dijadikan sebagai tempat didirikannya TK gratis karena beberapa alasan, pertama, Batulawang merupakan daerah yang dikelilingi lembah pegunungan sehingga sulit diakses oleh berbagai pihak yang berkepentingan. Akibatnya, dari segi pendidikan, daerah ini termasuk salah satu daerah yang perkembangan pendidikannya memprihatinkan. Kedua, pendidikan tidak menjadi prioritas masyarakat setempat, sehingga mereka merasa terbebani apabila harus mengeluarkan biaya untuk pendidikan, karena pendapatan yang selama ini mereka miliki hanya cukup untuk kebutuhan hidup sehari-hari yang menurut mereka lebih penting.

“Mayoritas masyarakat kampung Batulawang memiliki profesi sebagai petani dengan pendapatan yang masih jauh dari cukup, sehingga lebih memilih untuk menyuruh anaknya untuk membantu orangtua di ladang daripada bersekolah, karena apabila anaknya ikut membantu, pendapatan keluarga dapat bertambah.” tambahnya.

Sementara itu, di tempat yang sama, Setiawan Tyo sebagai CSR Program Manager di Best CD mengungkapkan bahwa keberadaan TK ini secara perlahan menimbulkan beberapa dampak yang positif bagi masyarakat setempat, diantaranya tersedianya TK gratis memunculkan semangat bagi masyarakat untuk menyekolahkan putra-putrinya tanpa rasa khawatir akan biaya masuk TK yang mahal.

“Selain itu, keberadaan TK ini secara perlahan telah merubah pola pikir masyarakat akan pentingnya pendidikan bagi putra-putrinya, terbukti dengan tingginya minat masyarakat untuk mendaftarkan anaknya untuk bergabung dengan TK Batulawang.” Ungkapnya.

Lebih lanjut Tyo menambahkan, setelah program bantuan dari mitra sebelumnya dihentikan, banyak kebutuhan operasional TK yang sulit dipenuhi. Walaupun sempat ada wacana dimandirikan, berdasarkan keterangan dari guru-guru, masyarakat setempat belum siap terutama dilihat dari sisi tingkat perekonomiannya. Oleh karena itu, TK ini sangat membutuhkan bantuan dana operasional demi kelangsungan proses belajar mengajar di TK ini.

Tim Best CD mengungkapkan, selama sehari di Batulawang ada perasaan haru, bahagia bahkan sedih. “Rasa lelah kami di perjalanan terobati melihat anak-anak TK yang sedang belajar. Sengaja kami berangkat dari Bandung bada shubuh, agar kami bisa menyempatkan melihat proses belajar mengajar di TK Batulawang. Saya terharu melihat anak-anak tampak semangat dan gembira mengkuti proses belajar. Mereka bernyanyi dan membaca doa bersama-sama.” Ungkap Adjie, panggilan akrab Abdul Razak.

Selain menyaksikan proses belajar mengajar, tim Best CD menyempatkan memeriksa kondisi bangunan. Tim menemukan ada beberapa atap bangunan TK yang bocor akibat rembesan air hujan dikarenakan intensitas hujan yang tinggi beberapa hari ini. Tim tak lupa memeriksa dan memperbaiki kerusakan fasilitas TK seperti komputer dan printer.

Kunjungan sehari tim Best CD ini sekaligus assessment di kampung Batulawang yang lokasinya kurang lebih 3 kilometer dari lokasi TK. Wilayah yang punya potensi pertanian dan peternakan ini menjadi perhatian kBest CD karena daerah ini masih punya masalah dengan aliran listrik dan pengairan. “Ada beberapa RT yang belum mendapatkan aliran listrik. Untuk mendapatkan air bersih, masyarakat memasang pipa kecil yang sangat panjang. Yang tak kalah memprihatinkan, akses jalan yang rusak dan berlumpur ke lokasi ini sangat menyusahkan pengguna jalan. Justru yang paling menyedihkan bagi saya karena guru-guru yang mengajar di TK Batulawang harus menempuh jalan panjang yang rusak dan curam ini setiap harinya.” Ungkap Adjie.

“Setiap hari saya pulang mengajar memakai sepatu ini (sepatu bot-red). Kalau hujan begini, jalanan berlumpur tinggi dan licin. Berjalan kaki bisa sampai lebih dari satu jam melewati jalan seperti ini.”  Ujar Ibu Imas, salah satu guru TK. Rasa haru sekaligus kagum menyelimuti tim Best CD sepanjang menemani Ibu Imas dan Ibu Dian yang masih semangat menuju pulang ke rumahnya.*** (mif)

Sumber: kompasiana