Banjir SubangSUBANG – Andri Safari, direktur Best CD, bersama tim melakukan kunjungan dan survey ke wilayah banjir Subang, pada hari kamis (6/2/2014). Wilayah yang dikunjungi diantaranya kecamatan Pamanukan dan Pusakanagara. “Hari ini kami melakukan deep assessment pasca-bencana ke beberapa daerah yang terkena banjir untuk mendata kebutuhan pengungsi,” ungkapnya.

Bencana banjir di wilayah jalur pantai utara (pantura) telah berlangsung kurang lebih satu bulan. Saat ini masih banyak daerah-daerah yang masih terkena dampak banjir, diantaranya adalah Kecamatan Pamanukan yaitu RW 24, 25, 26 dan 27 dan Kecamatan Pusakanagara, Kabupaten Subang. Berdasarkan pantauan tim BEST CD pada kunjungan tersebut, di desa Mulyasari Kecamatan Pamanukan tercatat kurang lebih sebanyak 122 KK yang mengungsi tersebar sebagian di mesjid yang berada tepat di pinggir jalur pantura dan disamping sungai Cipunagara, serta sebagian lagi di bawah jembatan layang Pamanukan. “Kondisi pengungsi di wilayah  ini cukup memprihatinkan akibat kekurangan makanan yang dikarenakan tidak adanya dapur umum di lokasi pengungsian tersebut.” Ucap Abdul Razak, koordinator pemberdayaan Best CD.

Lebih lanjut Abdul Razak mengatakan bahwa selain Kecamatan Pamanukan, Kecamatan Pusakanagara juga sebagian besar wilayahnya masih terendam banjir. Kondisi terakhir di kecamatan tersebut khususnya di dusun Siwalan dan Galian masih dalam kondisi terendam banjir mulai dari 30 centimeter hingga 1 meter, sementara arus air yang menggenanginya cukup deras. Ditambah, akses jalan menuju lokasi banjir dan pengungsi cukup rusak.

“Sebelumnya juga hampir dari seperempat dareah kecamatan Pusakanagara, Sawah dan tambak terendam banjir. Sekarang ini  untuk sementara masih tergenang sawah dan tambak juga kebun mangga di dareah dusun Siwalan dan Galian masih terendam bahkan arus air menuju arah utara sangat lah deras,” tambahnya.

Hotib, wakil Kepala Dusun Siwalan, mengungkapkan bahwa banjir yang menggenangi dusun Siwalan dan Galian merupakan akibat dari jebolnya tanggul di Desa Bobos (Makam Panjang), hingga air dari sungai Cipunagara mengalir deras ke dusun Siwalan dan Galian. “Kondisi tersebut memaksa sebagian besar penduduk mengungsi ke tempat yang lebih aman terutama ke tempat kerabatnya,” ujarnya.

Menurut Tyo, Manajer Program Best CD, mengatakan bahwa timnya mencatat, setidaknya hari itu ada 500 KK/ RW yang menjadi korban banjir di Dusun Siwalan dan Galian yang sangat membutuhkan bantuan berupa makanan siap saji, obat-obatan terutama salep kulit, alat-alat sekolah, tikar, selimut dan lain sebagainya. Ia mengungkapkan juga bahwa sampai dengan saat ini, bantuan yang sudah datang ke daerah Siwalan dan Galian adalah dari masyarakat Jatiluhur dan Badan Persekutuan Kristen berupa pengobatan gratis dan bantuan sembako. Namun dirasa masih belum cukup bagi warga korban banjir di wilayah tersebut.

“Bantuan dari berbagai pihak memang silih berganti berdatangan pada saat banjir melanda, namun hanya sedikit pihak yang memperhatikan kebutuhan korban pasca banjir melanda. Hingga saat ini, kami masih menggaolang dana untuk membantu para pengungsi yang masih memerlukan bantuan. Insya Allah dalam waktu dekat, setelah data-data hasil assessment ini kami olah, kami akan segera mengirim bantuan,” kata Tyo. ***

DONASI:
Bank Muamalat
1010095575
a.n Yayasan Mitra Pemberdayaan Indonesia

POSKO PENGHIMPUNAN BANTUAN:

Kantor Best CD

Jl. Cileutik No. 1 Terusan Buah Batu Rt. 04/04
Kel. Batununggal Kec. Bandung Kidul
Kota Bandung Jawa Barat

Kantor BMT Mitra Sadaya

Jln. Caringin No. 42 Kelurahan Kopo Kecamatan Bojongloa Kaler
Kota Bandung Jawa Barat
Telp. (022) 5423370 Fax. (022) 5423069

KONTAK:
022-7501922 (Kantor Best CD)
085659143235 (Setiawan)
085321132875 (Abdul Razak)
081224701600 (Cacah Nurhamsyah)